STKIP Paris Barantai bersama Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar seminar daring bertajuk “Pelestarian Bahasa Mandar dan Tradisi Lisan Saranjana” pada 29 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan para akademisi yang fokus pada kebudayaan daerah serta berlangsung di platform Zoom Meeting.
Acara yang dimulai pukul 10.00 WITA ini dibuka dengan sambutan dari Ketua ADOBSI Kalimantan Selatan, disusul pembacaan doa dan pemutaran Lagu Indonesia Raya. Kegiatan kemudian berlanjut dengan pemaparan materi oleh dua narasumber utama.
Narasumber pertama, Normasunah, S.Pd., M.Pd. dari STKIP Paris Barantai, mengangkat topik terkait Tradisi Lisan Saranjana. Ia menjelaskan pentingnya menjaga keberlanjutan cerita-cerita lisan, legenda, serta pengetahuan lokal masyarakat Kotabaru yang menjadi identitas budaya daerah.
Sementara itu, Dr. H. Alimuddin A. Djawad, M.Hum. dari Universitas PGRI Kalimantan memaparkan hasil penelitiannya mengenai Pelestarian Bahasa Mandar pada Komunitas Migran di Desa Baharu Utara. Ia menekankan bahwa migrasi dan pergeseran budaya tidak boleh menjadi alasan hilangnya bahasa daerah, sehingga perlu strategi pelestarian yang melibatkan masyarakat dan lembaga pendidikan.
Acara dipandu oleh Wulandari S., S.S., M.Hum. selaku moderator, yang mengarahkan jalannya diskusi agar berlangsung interaktif. Peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan pemerhati budaya terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab serta berbagi pengalaman tentang pelestarian bahasa daerah.
Sebelum ditutup, panitia menyerahkan sertifikat kepada narasumber serta mengajak seluruh peserta berfoto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan.
Melalui kegiatan ini, STKIP Paris Barantai dan ADOBSI Kalsel berharap dapat memperkuat kepedulian generasi muda terhadap budaya lokal, sekaligus mendorong penelitian berkelanjutan mengenai bahasa dan tradisi lisan di Kalimantan.
